Jakarta, fokustime.id– Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Sorong, Jhoni Rachman bersama staf, Ikut mendukung Program dari Direksi PT Pelni pusat tentang perjalanan 105 siswa dari sejumlah wilayah pedalaman Papua menuju Jakarta untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang. Seluruh siswa tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta setelah menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura menggunakan KM Ciremai milik PELNI pada Selasa (11/8/2026).
Menurut kepala cabang PT Pelni (Persero) cabang sorong Jhoni Rachman bahwa, Kedatangan siswa di dermaga jakarta langsung disambut oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ribka Haluk, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi, Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda serta Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) dalam membuka akses pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak dari wilayah pedalaman Papua hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Para siswa berasal dari sejumlah wilayah pedalaman Papua dengan kondisi geografis yang beragam. Di antara mereka terdapat siswa dari suku Korowai, yang berasal dari wilayah dengan karakteristik kehidupan masyarakat yang masih sangat dekat dengan kawasan hutan dan rumah tradisional yang dibangun di atas pohon.
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ribka Haluk menyampaikan bahwa akses pendidikan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada PELNI. Kapal PELNI sangat membantu masyarakat karena menghubungkan wilayah dari Sabang sampai Merauke. Kontribusi transportasi laut ini sangat penting bagi masyarakat di seluruh Nusantara, khususnya di Papua. Kalau tidak ada kapal PELNI, tentu masyarakat akan mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas maupun distribusi kebutuhan,” ujar Ribka.
Perjalanan para siswa menuju Jakarta menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus membuka pengalaman baru bagi mereka untuk mengenal wilayah dan lingkungan di luar daerah asal. Bagi PELNI, konektivitas laut tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi mengatakan bahwa PELNI selalu siap untuk dapat berkontribusi dalam perjalanan pendidikan anak-anak Papua.
“Saya sangat senang PELNI dapat hadir dan membawa anak-anak dari Papua yang menempuh perjalanan jauh hingga sampai ke Jakarta. Ini merupakan salah satu wujud peran PELNI sebagai sarana transportasi yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dan mendukung terwujudnya konektivitas transportasi nasional,” ujar Hana.
Dukungan PELNI terhadap perjalanan siswa dari Papua menuju Jakarta telah dilakukan sejak 2023. Pada 2023, sebanyak 152 siswa melakukan perjalanan menggunakan KM Ciremai, dilanjutkan pada 2024 dengan 162 siswa menggunakan KM Dobonsolo.
Melalui program YPHP, para siswa diarahkan untuk melanjutkan pendidikan dari wilayah asal, kemudian menempuh pendidikan SMP dan SMA di SLH Gunung Moria, Tangerang, hingga perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan, para siswa diharapkan dapat kembali dan berkontribusi bagi masyarakat di Papua.
Hana menambahkan bahwa kolaborasi dalam mendukung perjalanan pendidikan tersebut sejalan dengan peran PELNI dalam menyediakan konektivitas antarpulau dan mendukung mobilitas masyarakat.
“Kami berharap konektivitas ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di satu wilayah, tetapi seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari keterhubungan antardaerah. Kami berharap kehadiran PELNI dapat terus memberikan manfaat yang lebih besar dan berdampak positif bagi masyarakat,” pungkas Hana.
Selanjutnya Jhoni Rachman sebagai kepala cabang PT Pelni (Persero) sorong juga menyampaikan bahwa PELNI akan terus mendukung penyediaan layanan transportasi laut yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia serta memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, termasuk dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis.
Karena PT PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
(Tim/Red)













