TNI/POLRI

Kapolda Sulteng Tutup Rakerwas Itwasda 2026, Tekankan Penguatan Manajemen Resiko dan Tata Kelola Polri yang Bersih

×

Kapolda Sulteng Tutup Rakerwas Itwasda 2026, Tekankan Penguatan Manajemen Resiko dan Tata Kelola Polri yang Bersih

Sebarkan artikel ini

Palu ,fokustime.id– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Nasri menghadiri sekaligus menutup kegiatan Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Itwasda Polda Sulteng Tahun Anggaran (T.A) 2026 yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Resiko, Selasa 28/07/2026 sore, di Sriti Convention Hall, Jalan Durian, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

 

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari dengan mengusung tema “Transformasi Pengawasan Guna Mengawal Akuntabilitas dan Integritas Polri serta Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026” tersebut dihadiri Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, Kepala BPKP Provinsi Sulteng Agus Yulianto, Ak., AAP., CHRPE., FRMP., Auditor Muda BPKP Provinsi Sulteng bapak Ardyan dan ibu Tami, seluruh para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, serta para Kapolresta dan Kapolres jajaran.

 

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa materi-materi strategis yang disampaikan para narasumber merupakan langkah konkret untuk membekali para Kepala Satuan Kerja (Kasatker), Kapolresta, Kapolres, pengawas, dan jajaran manajerial dengan instrumen modern dalam menjaga tata kelola organisasi Polri.

 

Menurutnya, tema yang diusung dalam Rakerwas tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen nyata Polri untuk terus bergerak menuju tata kelola institusi yang bersih, transparan, akuntabel, serta mampu mengawal agenda pembangunan nasional pada tahun 2026.

 

Kapolda menekankan empat poin utama yang wajib diimplementasikan oleh seluruh jajaran. Pertama, membangun organisasi kepolisian yang adaptif melalui penguatan manajemen resiko.

 

Ia menilai Polri tidak boleh bersikap kaku dalam menghadapi dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun meningkatnya ekspektasi publik.

 

“Manajemen resiko harus menjadi instrumen pencapaian strategis Polri. Dengan manajemen resiko yang kuat, kita mampu memprediksi berbagai hambatan, memitigasi potensi kegagalan, dan memastikan seluruh program kerja berjalan tepat sasaran,” tegas Irjen Pol Nasri.

 

Poin kedua, seluruh unsur pimpinan dan pengawas harus memahami konsep dasar manajemen resiko secara utuh.

 

Menurut Kapolda, resiko bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan dikelola secara profesional sehingga budaya sadar resiko (risk awareness) tertanam dalam setiap pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.

 

Selanjutnya, Kapolda mengingatkan pentingnya disiplin dalam menjalankan proses manajemen resiko secara sistematis dan berkelanjutan, mulai dari identifikasi resiko secara jujur, analisis dampak, hingga evaluasi berkala.

 

Ia juga meminta agar pengawasan yang dilakukan Itwasda maupun pengawasan melekat oleh para Kasatker tidak lagi bersifat konvensional, melainkan mengedepankan pendekatan risk-based audit.

 

Poin keempat adalah pelaksanaan penanganan resiko secara efektif. Setelah resiko diidentifikasi, langkah penanganannya harus segera dilakukan melalui mitigasi, pembagian resiko, maupun penghindaran tindakan yang berpotensi merugikan institusi.

 

“Jangan biarkan sekecil apa pun potensi penyimpangan ataupun kegagalan operasional tanpa adanya langkah penanganan yang jelas,” pesan Kapolda.

 

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa transformasi fungsi pengawasan diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas dan integritas seluruh personel Polri.

 

Dalam hal ini, Itwasda harus mampu menjalankan perannya sebagai quality assurance sekaligus consulting partner yang memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan anggaran maupun penyalahgunaan wewenang.

 

Ia optimistis, melalui kolaborasi pengawasan yang kuat serta penerapan manajemen resiko yang tepat, seluruh program Polri dapat berjalan selaras dalam mendukung dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026.

 

Kapolda juga menginstruksikan agar seluruh hasil Rakerwas dan Bimtek Manajemen Resiko segera dijadikan pedoman operasional di masing-masing satuan kerja.

 

Para Kasatker, Kapolresta, dan Kapolres diminta melakukan sosialisasi serta asistensi hingga ke tingkat Polsek agar pemahaman mengenai manajemen resiko dapat diterapkan secara merata di seluruh jajaran.

 

Mengakhiri sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

 

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Irwasda beserta panitia penyelenggara, para narasumber, dan seluruh peserta yang telah mengikuti Rakerwas dan Bimtek Manajemen Resiko ini dengan penuh dedikasi. Semoga seluruh hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata demi terwujudnya Polri yang semakin Presisi, berintegritas, dan akuntabel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Kapolda.

(Umar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *