Parepare, fokustime.id— Satuan Lalu Lintas Polres Parepare kembali mengedepankan edukasi keselamatan berkendara melalui program Police Goes To School yang dikemas kreatif dan penuh pesan moral. Program yang berisi dengan pembekalan tertib berlalu lintas ini di laksanakan oleh Iptu Sumiati, Kanit Kamsel Sat Lantas, di SMP Negeri 4 Parepare, yang terletak di Jalan Handayani, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung.
Didampingi dua personel pelaksana Operasi Zebra Pallawa 2025, yakni Ipda Aswar dan Brigpol Yuyustiadi, kegiatan dimulai pukul 07.30 Wita di lapangan sekolah saat apel pagi berlangsung. Di hadapan ratusan pelajar dan guru, Iptu Sumiati memberikan pembekalan mengenai perilaku berkendara yang wajib dihindari para pelajar saat menggunakan sepeda motor.
Ia menyebutkan sejumlah pelanggaran yang sering dilakukan pelajar, mulai dari tidak menggunakan helm, bermain ponsel saat berkendara, berboncengan lebih dari satu orang, terlibat balapan liar, menerobos lampu merah, melawan arus hingga berkendara ugal-ugalan. “Perilaku ini kelihatannya sepele tapi di sengaja, berulang dan berulang, tidak ada polisi yang lihat, tapi justru perilaku inilah yang sering menjadi awal dari kecelakaan fatal,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Iptu Sumiati menyerukan langsung slogan “Stop Pelanggaran, Patuhi Aturan Berlalu Lintas”, sebuah ajakan yang menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan dalam berlalulintas. Ia mengingatkan, budaya tertib di jalan harus ditanamkan sejak di bangku sekolah, karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Zebra Pallawa 2025 yang kini memasuki hari ke-11. Upaya ini bertujuan membentuk pelajar yang lebih taat hukum, beretika di jalan, dan menjadikan keselamatan sebagai budaya, sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Parepare AKP Muhammad Arsyad, melalui keterangan tertulis, menegaskan bahwa seruan tersebut akan terus digencarkan secara rutin dan terjadwal.
“Kecelakaan selalu diawali oleh pelanggaran. Banyak kasus fatal terjadi hanya karena tidak memakai helm, memacu kendaraan tanpa perhitungan, atau melawan arus,” ujarnya.
Ia menekankan pihaknya akan terus bergerak dari sekolah ke sekolah, serta menjangkau berbagai kelompok masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas yang berkeselamatan.
“Tujuan kami sederhana, yaitu anak-anak kita harus selamat di jalan. Mereka punya masa depan, cita-cita, dan harapan yang tidak boleh terputus hanya karena kecelakaan yang bisa dicegah,” tutupnya.
(Umar)












